-->

Sabtu, 29 Juni 2013

Contoh Format Pengajuan Judul


(K O P  AKBID eM_yoU)
PERSETUJUAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI)
AKADEMI KEBIDANAN MINASA UPA
MAKASSAR

Nama               :  YUSPIANA
Nim                 :  MU 010.081

1.      ASUHAN KEBIDANAN PADA NY”X” MASA NIFAS DENGAN JAHITAN RUPTUR PERINEUM TINGKAT II   DI RUMAH SAKIT “Y” MAKASSAR TANGGAL “Z” 2013

2.      ASUHAN KEBIDANAN NY “X” KEHAMILAN DENGAN ANEMI DI RUMAH SAKIT “X” MAKASSAR TANGGAL “X” 2013


Makassar, 13 Maret 2013
             Mahasiswi


                                                                                                                       ( YUSPIANA)
                                                                                                                        NIM :



MENGETAHUI
Pambimbing I                                                                          Pembimbing II


(Hj. Indriani, SKM,M.Kes)                                                Hj.St.Mardiyah, SKM, Dipl, Mid
NIDN :                                                                               NIDN :

Jumat, 14 Juni 2013

Margin tidak sesuai dengan hasil print



Pengaturan margin pada aplikasi ms.word sangat penting dalam penulisan karya tulis, makalah, skripsi, tesis dan disertasi. Pengaturan margin selain sebagai aturan juga menyangkut kerapian karya tulis. Sebagai aturan yang telah ditetapkan, hasil print harus sesuai dengan pengaturan margin yang kita lakukan pada ms.word. Walaupun pengaturan margin sudah sesuai dengan aturan atau format yang telah ditentukan, hasil print dokumen tidak sesuai dengan pengaturan margin, apa penyebabnya?
Pertama, karena ukuran kertas. Pada posting tentang ukuran kertas pada aplikasi ms.word, dimana ukuran kertas di Indonesia yang tidak sesuai dengan ukuran standar internasional diatas seperti ukuran kertas 215×285 mm (letter/kuarto) dan 215×297 mm (A4).Misalnya pengaturan page setup untuk margin sudah sesuai misalnya 4 4 3 3 (maksudnya margin top 4 cm, margin right 4 cm, margin left 3 cm dan margin bottom 3 cm), dan paper size yang kita gunakan adalah A4 (210×297mm). Karena ukuran kertas A4 yang ada berukuran 215×297 perbedaan 0,5 cm akan terdapat pada margin right hasil print maksudnya pada hasil print kita margin right (kanan) menjadi 3,5 cm. Juga  pada penggunaan kertas letter (21,59×27,9cm), sedangkan kertas kuarto yang ada berukuran 21,0×28,5mm maka terdapat perbedaan 0,5 cm pada bagian kanan dan 0,6 cm pada bagian bawah. Jadi hasil print tidak sesuai margin pada aplikasi ms.word ini.
Bagaimana solusinya?. Pada pengaturan page setup, tetap gunakan margin sesuai aturan tetapi pada page size pilih custom size dan isi dengan ukuran kertas sesuai dengan yang kita gunakan.
Kedua, pengaturan ukuran kertas (paper size) pada setup ms.word tidak sama dengan pengaturan ukuran kertas pada printer. Setelah kita mengisi margin dan paper size sudah sesuai dengan ukuran kertas yang akan kita gunakan, saat akan melakukan perintah print, atur setting printer sesuai dengan ukuran kertas kita. Setting printer untuk ukuran kertas biasanya terdapat pada menu properties print. Misalnya saat kita sudah melakukanpengaturan page setup ms.word dengan ukuran kertas A4 tetapi setting printer pada kolom size letter maka hasil print kita tidak sesuai dengan margin bahkan ini sangat jelas terlihat.
Solusinya, rubah setting printer ukuran kertas sesuai dengan kertas yang kita gunakan. Untuk setting printer ukuran kertas ini cukup letter atau A4 saja. Hasil print akan menyesuaikan sendiri walaupun terdapat perbedaan ukuran kertas tadi.
Ketiga, penggunaan spasi yang kita gunakan pada dokumen kita. Margin kita tidak sesuai akibat penggunaan spasi biasanya spasi dua atau lebih akan mengakibatkan margin bawah hasil print kita tidak sesuai dengan pengaturan margin yang sudah kita lakukan. Tapi biasanya hal ini tidak dipermasalahkan oleh asisten atau pembimbing karya tulis kita. Bisa dijelaskan bahwa hal ini atomatis terjadi karena penggunaan spasi.
Semoga posting ini, bisa memberikan solusi buat rekan-rekan blogger yang juga masih mahasiswa saat menyelesaikan tugas akhir, dimana masalah seperti ini hanyalah masalah teknis tapi kadang bisa jadi penghambat. Selamat mencoba dan saya masih berharap komentar anda tentang edit atau ganti thema blog ini. Terima Kasih.

Selasa, 11 Juni 2013

PERAWATAN LUKA BEKAS JAHITAN



     Ibu yang bersalin secara normal, beberapa ada yang tidak mengalami robekan karena jalan lahirnya cukup elastis ketika dilalui bayi saat proses persalinan. Namun ada ibu yang memerlukan bantuan dokter maupun bidan untuk memperlebar jalan lahir dengan dilakukan pengguntingan jaringan di daerah perineum yakni jaringan otot  kerampang antara dubur dan vagina. Pengguntingan jaringan otot perineum ini disebut tindakan episiotomi.
Setelah selesai persalinan maka dokter atau bidan akan menjahit dan menyatukan kembali luka tersebut sedemikian rupa agar nantinya sembuh dengan sempurna. Nah untuk mempercepat pemulihan luka tersebut diperlukan perawatan yang benar.
Mengapa perawatan luka bekas jahitan ini penting ?
Karena luka bekas jahitan jalan lahir ini bila tidak dirawat dapat menjadi pintu masuk kuman dan menimbulkan infeksi, ibu menjadi panas, luka basah dan jahitan terbuka, bahkan ada yang mengeluarkan bau busuk dari jalan lahir ( vagina )
Kapan dimulai perawatan luka jalan lahir ini?
Sesegera mungkin setelah melahirkan serta ganti pembalut  sesering mungkin. Setelah 6 jam dari persalinan normal, Ibu akan dilatih dan dianjurkan untuk mulai bergerak duduk dan latihan berjalan.Tentu saja bila keadaan ibu cukup stabil dan tidak mengalami komplikasi misalnya tekanan darah tinggi atau pendarahan
Bagaimana persiapan dan caranya merawat?
  1. Siapkan air hangat
  2. Sabun dan waslap
  3. Handuk kering dan bersih
  4. Pembalut ganti yang secukupnya
  5. Celana dalam yang bersih
Caranya yaitu:
Lepas semua pembalut dan cebok dari arah depan ke belakang
  1. Waslap dibasahi dan buat busa sabun lalu gosokkan perlahanwaslap yang sudah ada busa sabun tersebut ke seluruh lokasi luka jahitan. Jangan takut dengan rasa nyeri, bila tidak dibersihkan dengan benar maka darah kotor akan menempel pada luka jahittan dan menjadi tempat kuman berkembang biak.
  2. Bilas dengan air hangat dan ulangi sekali lagi sampai yakin bahwa luka benar – benar bersih. Bila perlu lihat dengan cermin kecil.
  3. Setelah luka bersih boleh berendam dalam air hangat dengan menggunakan tempat rendam khusus. Atau bila tidak bisa melakukan perendaman dengan air hangat cukup disiram dengan air hangat.
  4. Mengenakan pembalut baru yang bersih dan nyaman dan celana dalam yang bersih dari bahan katun. Jangan mengenakan celana dalam yang bisa menimbulkan reaksi alergi.
  5. Segera mengganti pembalut jika terasa darah penuh, semakin bersih luka jahitanmaka akan semakin cepat sembuh dan kering. Lakukan perawatan yang benar setiap kali ibu buang air kecil atau saat mandi dan bila mengganti pembalut.
  6. Konsumsi makanan bergizi dan berprotein tinggi agar luka jahitan cepat sembuh. Makanan berprotein ini bisa diperoleh dari telur, ikan, ayam dan daging, tahu, tempe. Jangan pantang makanan, ibu boleh makan semua makanan kecuali  bila ada riwayat alergi.
  7. Luka tidak perlu dikompres obat antiseptik cair tanpa seijin dokter atau bidan
Lakukan  latihan kegel dan senam nifas.
Yaitu senam untuk ibu setelah melahirkan, latihan kegel ini berguna untuk menguatkan kembali otot dasar panggul setelah proses persalinan. Untuk senam bisa diawali di tempat tidur dengan gerakan sederhana, misalnya boleh mengangkat kaki saat tiduran secara bergantian. Kaki diangkat satu persatu secara bergantian mulai setinggi  45 ˚ sampai 90 ˚.
Perbanyak latihan jalan dengan posisi badan lurus jangan membungkuk.
Boleh jongkok pelan – pelan. Jangan kuatir jahitan akan lepas karena jahitan sangat kuat.
Lepasnya jahitan seringkali  karena ibu tidak rajin membersihkan luka jahitan sehingga terjadi infeksi.  Atau pada beberapa kasus yang sangat jarang ibu alergi benang jahitan tersebut.
Berapa lama jahitan akan kering?
Luka jahitan rata – rata akan kering dan baik dalam waktu kurang dari satu minggu.
Keluhan yang bagaimana yang perlu penanganan dokter atau bidan ?
Bila keluar darah kotor bau busuk dari jalan lahir, ibu panas, dan luka jahitan bengkak kemerahan terasa sangat nyeri atau luka jahitan bernanah.
Ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui
1. Luka jahitan memang akan terasa sedikit nyeri
- Jangan cemas, rasa nyeri ini akibat terputusnya jaringan syaraf dan jaringan otot , namun semakin sering di gerakkan maka nyeri akan berkurang. Bila ibu hanya berbaring terus menerus dan takut bergerak karena nyeri akan menghambat proses penyenbuhan. Sirkulasi darah pada luka menjadi tidak lancar.
2. Luka terlihat sedikit bengkak dan merah
Pada proses penyembuhan luka tubuh secara alami akan memproduksi zat – zat yang merupakan reaksi perlawanan terhadap kuman. Sehingga dalam proses penyembuhan luka kadang terjadi sedikit pembengkakan dan kemerahan. Asalkan luka bersih ibu tak perlu cemas. Bengkak dan merah ini bersifat sementara.
Beberapa keluarga masih ada yang menganjurkan untuk mengurangi minum air putih agar jahitan cepat kering. Hal ini sama sekali tidak dibenarkan. Justru ibu harus minum yang banyak, minimal 8 gelas sehari untuk memperlancar buang air kecil, mengganti cairan tubuh yang hilang dan memperlancar proses pengeluaran ASI.
Sebagai pengetahuan tambahan yang perlu kita ketahui adalah tingkatan luka jalan lahir  atau robekan Perineum
Robekan pada luka perineum ini sebenarnya ada beberapa tingkatan, yakni secara sederhana dapat di jelaskan sebagai berikut :
Jahitan pada robekan jahitan  jalan lahir tingkat 1, yakni jahitan yang hanya menyatukan kulit luar yang robek, lalu yang berikut jahitan pada robekan jalan lahir tingkat II, yang menyatukan kulit dan jaringan otot  ( ini yang paling sering terjadi ), dan terakhir adalah jahitan yang menyatukan robekan jalan lahir tingkat III yang  robek sampai dubur.